Gareth Bale Memilih Bertahan Walaupun Tak Dibutukan di Real Madrid

Berita Sepakbola – Real Madrid belakangan ini menjadi bahan perbincangan publik menyusul kekalahan mereka atas Manchester City di babak 16 besar Liga Champions. Namun di samping itu, El Real menyimpan sebuah cerita menarik yang sukar untuk dijelaskan.

Gareth Bale yang dikabarkan memiliki hubungan buruk dengan Zinedine Zidane berencana untuk dijual musim panas ini. Namun, Bale justru menolak dan ingin tetap berada dalam skuad El Real musim depan. Hal ini membuat manajemen Real Madrid harus memutar otak untuk mengatur jumlah pengeluaran klub musim depan.

Ingin Habiskan Masa Kontrak

Baru-baru ini Gareth Bale memberikan keputusan yang mengejutkan tentang masa depan karier sepak bolanya. Bintang asal Wales tersebut berniat untuk bertahan di Real Madrid walaupun dirinya tidak masuk rencana pelatih musim depan.

Sebelumnya, Bale digadang-gadang akan menjadi salah satu pemain yang akan menanggalkan kostum Real Madrid pada akhir musim ini. Ia santer diberitakan akan pergi meninggalkan Santiago Bernabeu dan merantau ke China untuk menghabiskan sisa kariernya.

Namun, Bale justru menolak tawaran manajemen Los Blancos yang ingin membawanya pergi dari Ibukota Spanyol. Ia memilih bertahan hingga masa kontraknya bersama El Real habis pada Juni 2022 mendatang.

Tak Keberatan

Seperti yang diketahui, Bale musim ini tidak mendapatkan menit bermain yang cukup di tim utama Real Madrid. Beberapa pihak berpendapat bahwa hal tersebut disebabkan karena hubungan sang bintang dengan pelatih yang meregang.

Bale dikabarkan tidak masuk ke dalam skema permainan Real Madrid di bawah Zinedine Zidane sejak awal musim kemarin. Pelatih asal Perancis tersebut lebih memilih memainkan Mariano Diaz atau Rodrygo daripada menurunkan Bale ke lapangan.

Alhasil, Bale hanya mencatatkan 20 penampilan di semua ajang musim ini dengan torehan 3 gol. Dari seluruh penampilannya tersebut, Bale 14 kali turun sebagai starter. Selebihnya, Bale hanya seorang pemain yang kerap menghangatkan bangku cadangan.

Tak jarang, ia melakukan hal-hal yang konyol di pinggir lapangan untuk mengusir rasa bosan karena tidak dimainkan.

Keadaan tampak semakin memburuk tatkala Real madrid melakukan persiapan jelang laga 16 besar leg kedua melawan Manchester City. Saat itu, Bale menolak untuk diikutsertakan ke dalam tim yang akan terbang ke Inggris.

Semua hal itu dilakukan Bale seakan tanpa rasa bersalah. Ia pun pernah dikabarkan mangkir dari jadwal latihan tim dan memilih untuk bermain golf di tempat lain. Bale mengaku tak keberatan walaupun harus menjadi penghias bangku cadangan di Real Madrid.

Solusi Lain

Keputusan Bale tersebut seketika membuat manajemen Real Madrid bingung. Pasalnya, nama Bale saat ini menempati urutan pertama di jajaran pemain yang akan dijual Los Blancos pada musim panas tahun ini. Bale menjadi prioritas Real Madrid untuk ditukar dengan sejumlah uang demi mendukung kestabilan finansial klub yang terganggu selama masa pandemi.

Rencana penjualan Bale sebenarnya telah diusulkan sejak musim panas tahun lalu. Namun, Real Madrid kesulitan untuk menemukan calon pembeli yang tepat. Harga jual Bale yang kala itu mencapai 60 juta euro dianggap terlalu mahal dan tidak sesuai dengan kualitas permainannya.

Padahal, Real Madrid ingin segera melepas sang pemain karena dianggap sebagai beban klub karena gajinya yang terlampau tinggi. Selama berseragam Los Blancos, Bale dibayar sebesar 600 ribu pounds per pekan.

Mantan presiden Real Madrid, Ramon Calderon, menyarankan manajemen Los Blancos untuk meminjamkan Bale ke klub lain. Dengan status pinjaman, mereka bisa melimpahkan sebagian beban gaji kepada klub yang menggunakan jasa sang pemain.