Juventus Evaluasi Total, Kode Sarri Dipecat?

Berita Sepakbola – PredMeski Juventus mengalahkan Lyon di kandang pada Sabtu (8/8/2020) dini hari kemarin, namun laju mereka terhenti di leg kedua Liga Champions musim ini. Menang agregat 2:2 Lyon berhasil melaju ke babak perempat final berkat gol tandangnya.

Kemenangan Tiada Arti

Perjalanan Juventus dalam semua kompetisi musim ini memang cukup terlihat meyakinkan. Terlebih ketika mereka memenangkan Serie A setelah sempat terhenti karena wabah virus corona pertengahan Maret 2020 lalu. Berlaga di leg kedua babak 16 besar Liga Champion musim ini, sebenarnya Juventus menang 1:2 melalui gol Cristiano Ronaldo.

Kemenangan Ronaldo Sabtu dini hari kemarin menjadi perbincangan hangat karena mereka nyatanya gagal melaju ke babak semifinal. Memang di leg pertama Lyon sempat unggul 1:0 dengan tidak kebobolan. Dan di Stadion Allianz kemarin melalui tendangan penalti Memphis Depay, Lyon berhasil mencetak satu gol lagi di menit ke-12. Dan meski unggul 2:1 di laga itu, penyerang asal Portugal, Cristiano Ronaldo belum bisa menyelamatkan laju Juventus.

Kekalahan ini akhirnya memaksa presiden dari skuad La Vecchia Signora mengambil langkah evaluasi secara besar-besaran. Andrea Agnelli, selaku petinggi klub asal Turin, Italia ini akan berencana mengevaluasi timnya untuk menyambut musim depan. Langkah ini bisa jadi menjadi kode yang kurang mengenakkan bagi Maurizio Sarri.

Kemungkinan Sarri Out

Musim 2019/2020 ini merupakan musim perdana bagi kerjasama antara Juventus dengan Maurizio Sarri. Mantan arsitek serangan di Napoli dan Chelsea ini terbukti mampu membawa Cristiano Ronaldo dan kolega menyabet gelar Serie A kesembilan secara beruntun musim ini.

Meski begitu, para pendukung Juventus nampaknya tidak begitu suka dengan hadirnya Sarri di tim kesayangan mereka. Hal ini berdasarkan strategi dan filosofi sepak bolanya yang dirasa berbeda dari biasanya.

Beberapa waktu belakangan ini, di kala Juventus tidak meraih hasil terbaik kala bertanding selalu muncul seruan ‘Sarri Out’ di media sosial. Bahkan meski sempat meraih Scudetto musim ini, para Juventini berharap jika ini musim perdana dan musim terakhir bagi Maurizio Sarri di Allianz Arena.

Dan kegagalan di ajang Liga Champions kontra Lyon kemarin membuat seruan ‘Sarri Out’ kembali bergema, namun kali ini jauh lebih kencang. Mereka berharap ada sosok baru yang bisa menggantikan posisi Sarri di kursi kepelatihan Bianconeri.

Komentar Agnelli

Melihat situasi yang ada saat ini, kemungkinan Agnelli untuk menggantikan Sarri cukup terbuka lebar. Meskipun gelar Scudetto berhasil mereka raih musim ini, namun di kancah internasional Juventus masih belum terlihat garang seperti musim-musim sebelumnya.

“Yang ingin saya tegaskan adalah, kami tidak boleh meremehkan ajang Serie A. Karena setiap musimnya semua tim mengawali kompetisi dengan skor nol poin. Kita tidak bisa meraih gelar hanya dengan mengandalkan momentum dari musim-musim sebelumnya. Yang harus kami lakukan adalah menang dari satu laga ke laga lainnya,” kata Agneli usai laga kontra Lyon, dikutip dari media Football Italia.

“Saya membuka peluang untuk mengevaluasi semua staff yang ada di musim ini. Evaluasi harus dilakukan, bagaimana untuk bisa mengembalikan antusiasme untuk mengawali musim yang akan datang dengan hasrat selalu ingin menang di setiap laga,” tambah Agnelli.

“Analisisnya (mungkin) adalah 360 derajat. Saya tetap mendengar bahwa kami kini memiliki skuad tertua di Eropa, dan hal itu menjadi pertimbangan utama. Musim ini termasuk musim yang cukup sulit bagi kami karena banyak perubahan di jajaran staff, jadi perlu adanya saling pengertian dari semua segi,”

Dari hasil wawancara tersebut memang tidak ada perbincangan yang mengarah soal nama Maurizio Sarri sebagai pelatih. Namun ini layaknya kode dari sang presiden klub untuk masa depan Juventus di musim yang akan datang.