Pirlo Latih Juventus, Ini Tanggapan Roberto Mancini

Berita Sepakbola – Setelah pemecatan Maurizio Sarri di kubu Juventus, akhirnya mereka menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih selanjutnya. Menurut pelatih tim nasional Italia, Roberto Mancini menganggap bahwa dia beruntung bisa memulai karirnya sebagai pelatih di Klub Besar.

Baru Kemarin Sore

Meski menjuarai Liga Serie A musim 2019/2020 ini, namun bagi klub selevel Juventus tetap saja ini dianggap minim prestasi musim ini. Ujung-ujungnya Maurizio Sarri harus mengakhiri musim perdananya melatih Juventus setelah gagal di Liga Champions musim ini dan terhenti di babak 16 besar.

Memang ada yang beranggapan jika pandangan manajemen dan Sarri dikabarkan berbeda. Tetapi intinya La Vecchia Signora butuh banyak prestasi dan menjadi tim tanggung di Italia bahkan Eropa.

Secara mengejutkan, nama yang akhirnya muncul untuk mengisi kekosongan di bangku kepelatihan adalah Andrea Pirlo. Memang semasa masih aktif sebagai pemain di Juventus, Andrea Pirlo memiliki kesan tersendiri dengan klub asal Turin ini. Kala itu Prlo datang ke Juventus di usia 32 tahun dengan status bebas transfer.

Dengan usia setua itu banyak mengira jika Pirlo sudah habis, namun nyatanya tidak. Mantan pemain AC Milan ini ternyata mampu menyumbangkan sebanyak tujuh gelar untuk Juventus. Bahkan di akhir karirnya bersama Skuad La Vecchia Signora, Pirlo mampu membawa timnya lolos partai final Liga Champions meski kalah dari Barcelona.

Meski berprestasi, namun penunjukan Pirlo sebagai pelatih baru bisa dibilang mengejutkan. Hal ini dilihat dari minimnya pengalaman yang dia miliki sebagai seorang pelatih. Pria yang kini berusia 41 tahun ini beberapa hari sebelumnya juga dipercaya untuk melatih tim Nasional Italia U-23. Mampukah Pirlo Menepis keraguan tersebut dan membawa Juventus kembali berjaya?

Opini dari Mancini

Memang benar seorang Sarri mampu membawa salah satu klub tertua di Eropa ini menjuarai Serie A untuk kesembilan kalinya secara beruntun musim ini. Namun di musim perdananya, Sarri dinilai menghilangkan ciri khas bermain dari Juventus itu sendiri.

Bahkan selama musim Serie A 2019/2020 berlangsung, para Juventini selalu menyerukan untuk ‘Sarri Out’. Mereka menilai jika tim kesayangannya kehilangan jati diri.

“Saya tidak menyangka jika Juventus bisa tersingkir di Liga Champions. (Bahkan sebelumnya) saya yakin mereka bisa lolos,” kata Mancini saat diwawancarai oleh La Gazzetta dello Sport.

“Namun, Ini menjadi musim yang cukup sulit bahkan buruk, dan tidak bisa diprediksi. Dan Sarri tidak mampu memperlihatkan gaya bermain yang khas darinya,” sambung Mancini.

Keyakinan Mancini

Jika dibandingkan dengan pelatih-pelatih lain termasuk dirinya, Mancini berpendapat jika Pirlo cukup beruntung bisa memulainya langsung dari Juventus. Bahkan Mancini menilai keputusan ditunjuknya Pirlo sebagai pelatih anyar Juventus merupakan keputusan yang tepat.

Meski banyak pihak yang meragukan kualitasnya, semoga Pirlo mampu menepis keraguan tersebut dengan mempersembahkan banyak trofi-trofi bergengsi untuk Juventus.

“Pirlo cukup beruntung. Pasalnya dia mengawali ini dari puncak dengan tim terbaik. Mungkin saya juga tidak memulainya dari bawah, tetapi dulu saya memulai ini dari Fiorentina dan bukan Juventus,” terang Mancini.

“Saya tidak sedang bercanda, andai saja saya mencari (seorang pelatih), maka saya akan melihat Andrea. Dia memiliki banyak pengetahuan soal sepakbola seperti Daniele De Rossi. Dan saya akan sangat senang bekerja sama dengannya.”

“Selalu ada yang pertama kali dalam berkarir. Kini Andrea tengah membuka lembaran baru. Mari kita pantau perkembangannya, dan semoga dia beruntung,” tutup Mancini.

Musim ini memang sudah habis bagi Juventus, dan hanya satu trofi yang mampu mereka bawa pulang untuk rehat sejenak. Kita tunggu saja penampilan Juventus di era kepelatihan Andrea Pirlo. Banyak harapan datang untuk Juve agar bisa bangkit menjadi tim tangguh dengan banyak trofi di Italia dan Eropa.