Real Madrid Kalah Dari City, Varane Jadi Kambing Hitam

Berita Sepakbola – Berlaga di babak 16 besar Liga Champions musim ini, Real Madrid kandas oleh Manchester City dengan skor tipis 1:2. Usai laga tersebut sang bek, Raphael Varane menjadi olok-olokan atas kandasnya Los Merengues, kenapa?

Dua Kali Blunder Fatal

Berlaga di Etihad Stadium (8/8) dini hari tadi, pasukan Zinedine Zidane harus rela menelan pil pahit setelah mengakhiri laga dengan skor tipis 1:2 dari Manchester City. Hasil ini membuat Los Merengues kalah agregat 4:2 dari City, dan membiarkan tim besultan Pep Guardiola ini melenggang ke perempat final Liga Champions 2019/2020.

Sebenarnya kans Real Madrid cukup banyak namun hanya satu yang mampu dikonversi menjadi gol. Meski begitu dua kesalahan yang dilakukan salah satu pemain belakang Madrid membuat mereka kandas dini hari tadi.

Raphael Varane yang kala itu mengisi posisi bek, ternyata kurang jeli mengontrol bola ketika memainkannya di kotak penalti. Alhasil Raheem Sterling dan Gabriel Jesus sukses menjebol gawang Thibaut Courtois.

Lebih jelasnya kesalahan pertama yang dilakukan varane dalam laga leg kedua dini hari tadi adalah ketika dirinya membiarkan bola direbut oleh Gabriel Jesus. Jesus yang kala itu mendapatkan bola gratisan langsung mengumpan kepada Sterling hingga berbuah gol. Kemudian kesalahan kedua terjadi ketika Varane memberikan back-pass terlalu lemah kepada Courtois hingga berhasil direbut Gabriel Jesus dan menjadi gol untuk City.

Atas dua kesalahan fatal tersebut, Raphael Varane sontak menjadi bulan-bulanan di media sosial. Banyak netizen menyayangkan kesalahan tersebut yang berujung kalahnya Real Madrid di babak ini.

Padahal musim ini, Real Madrid menjadi salah satu tim yang dijagokan bisa tampil di final. Empat musim sebelumnya mereka sempat memenangi ajang bergengsi ini tiga kali secara beruntun. Namun di musim 2018/2019 dominasi mereka terpatahkan oleh Liverpool.

Tanggapan Zidane

Melihat timnya dikalahkan dinihari tadi, dan juga kesalahan fatal yang dilakukan Varane, Zinedine Zidane ternyata tidak meluapkan kemarahannya. Menurut pelatih asal Prancis tersebut, kekalahan dari timnya kali ini tidak bisa diarahkan kepada satu orang saja.

Memang bagi pelatih 48 tahun ini, kekalahan ini merupakan yang pertama sepanjang karirnya menjadi nahkoda di Real Madrid. Memang di dua setengah musim perdananya, dia selalu sukses membawa Real Madrid melaju sampai ke Final, bahkan memenangkannya.

“Kami sudah berbicara soal ini, dan tidak ada yang senang atas kejadian yang baru saja terjadi,” buka Zidane saat wawancara usai pertandingan dikutip dari Marca.

“Namun kita harus menerima segala kenyataan yang biasa terjadi di dunia sepak bola seperti ini, dan memberikan ucapan selamat kepada lawan,” imbuhnya.

Zidane Merasa Tetap Bangga

Meskipun tersingkir di Liga Champions musim ini, Zinedine Zidane tidak ingin timnya larut dalam kesedihan. Dia sangat mengapresiasi apa yang sudah timnya raih sampai saat ini. Segala usaha yang sudah diperjuangkan Benzema dan kolega juga patut untuk dihargai.

“Ini terasa sangat baik. Meski tidak berakhir dengan hasil yang bagus, namun musim ini tetap terasa sangat baik bagi kami. Dan kami harus senang dengan apa yang sudah kami lakukan sejauh ini,”pungkasnya.

Sebenarnya dengan kandas di kompetisi Liga Champions musim ini, Real Madrid gagal untuk bisa meraih Treble winnernya musim ini. Sebelumnya mereka sudah mampu menyalip Barcelona dan menjadi Juara La Liga.

Selain itu Zidane dan timnya juga sudah berhasil menjuarai kompetisi Supercopa de Espana setelah menang adu penalti kontra Atletico Madrid. Dengan hasil ini maka skuad Los Merengues hanya bisa meraih double winner musim ini.